8 Cara Untuk Memulai Sebuah Usaha Dibidang Kuliner

© Born For Entrepreneurs via youtube.com
Bisnis kuliner merupakan salah satu jenis usaha yang tidak akan pernah mati dari waktu ke waktu. Alasannya sederhana, karena makan adalah kebutuhan primer dari semua orang. Jika akhir-akhir ini sektor bisnis lain seperti fashion dan ritel mengalami penurunan drastis, hal tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi terhadap bisnis kuliner.

Orang-orang mungkin dapat menahan nafsunya untuk berbelanja kebutuhan sekunder seperti berbelanja aksesoris. Akan tetapi, rasa lapar di perut tidak akan bisa ditahan. Tidak heran jika akhir-akhir ini sektor bisnis kuliner justru semakin banyak digeluti oleh orang-orang yang tertarik untuk berwirausaha. Buat kamu yang mungkin tertarik untuk merambah dunia bisnis kuliner, tetapi masih bingung harus memulai darimana, ini cara yang bisa membantu kamu untuk memulai bisnis kuliner.

Komitmen merupakan modal awal yang penting

bisnis kuliner

© margarianlaw.com

Sebuah kunci utama untuk menjalankan sebuah bisnis adalah komitmen. Bisnis apapun yang sedang maupun akan anda mulai membutuhkan sebuah komitmen yang kuat. Karena sebuah komitmen yang dimiliki oleh pebisnis adalah tantangan yang besar dalam sebuah usaha. Tidak menutup kemungkinan bagi anda yang menjalankan sebuah bisnis kuliner hanya untuk mengisi waktu luang atau sebagai pekerjaan sampingan. Walaupun bermodalkan usaha kecil-kecilan, bisnis kuliner anda harus tetap terorganisir dan terencana dengan baik. Anda tentunya tetap harus mempertimbangkan bagaimana pelayanan terbaik untuk konsumen anda dan timbal balik antara pengeluaran biaya produksi dengan pendapatan.

Konsep bisnis kuliner yang menarik

bisnis kuliner

© healthyway.com

Di dalam bisnis apapun, sebuah konsep menarik menjadi nilai tambah tersendiri dalam bisnis tersebut. Tidak terkecuali didalam bisnis kuliner. Justru di dalam bisnis kuliner konsep yang menarik menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk membuka bisnis kuliner sebaiknya Anda memikirkan konsep semenarik mungkin dan usahakan konsep tersebut original yang berbeda dari bisnis kebanyakan. Konsep yang membuat seseorang penasaran dan bertanya-tanya produk apa yang dijual, apa keunikan dari produk tersebut dan pelayanan seperti apa yang ditawarkan. Dengan demikian Anda akan mudah menjaring konsumen.

Mungkin sudah tidak asing lagi konsep bisnis kuliner dengan nama yang “nyeleneh” atau konsep dekorasi yang tidak lazim. Tapi hal ini terbukti membuat konsumen penasaran dan memaksa konsumen untuk mencobanya. Masyarakat kita saat ini ingin mencoba sesuatu yang baru, mereka sudah bosan dengan kuliner yang biasa-biasa saja. Karena memiliki rasa masakan yang enak saja tidak cukup untuk membuat konsumen loyal.

Perhitungkan dana awal usaha dengan matang

bisnis kuliner

© fedsmith.com

Ini merupakan salah satu poin krusial yang sering menjadi pengganjal bagi orang-orang yang ingin terjun ke dunia bisnis. Banyak para calon pebisnis yang mengeluh bahwa mereka kesulitan dalam mendapatkan uang untuk dijadikan modal awal usaha mereka. Akan tetapi, jika kamu dapat memperhitungkan sektor pengeluaran awal secara matang dan seefisien mungkin, hal ini dapat dihindari. Contohnya, ketika kamu sedang belanja perlengkapan penunjang bisnis kuliner, sebaiknya kamu tidak perlu memaksakan untuk membeli segala sesuatu yang sifatnya tidak mendesak.

Cara lain yang dapat kamu lakukan adalah memulai bisnis dari modal yang kamu miliki, kemudian secara berkala menyisihkan keuntungan yang kelak akan bisa digunakan untuk menjadi modal tambahan. Atau, kamu dapat melakukan jalan pintas untuk memulai bisnis kuliner kamu dengan meminjam modal ke koperasi atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku UKM.

Mulailah bergerilya untuk mencari lokasi usaha yang strategis

bisnis kuliner

© dehippevegetarier.nl

Lokasi bisnis yang strategis merupakan poin yang sangat krusial, terlebih bagi sebuah bisnis yang baru dimulai. Pastikan lokasi yang kamu pilih merupakan lokasi strategis yang gampang untuk diakses dan ramai. Selain itu, pertimbangkan pula peta persaingan bisnis di lokasi yang kamu pilih. Misalnya, jika kamu membuka sebuah bisnis kuliner yang sejenis dengan sebuah brand ternama di lokasi yang berdekatan, tentu kamu akan mengalami kesulitan untuk menarik konsumen. Para konsumen tersebut tentu akan cenderung untuk memilih brand yang sudah mereka kenal.

Inovasi, faktor pembeda kamu dengan pelaku usaha sejenis

bisnis kuliner

© hipwee.com

Yang membedakan para pebisnis kuliner dengan yang lainnya dalah sifat inovatif mereka. Sifat inovatif ini sendiri bisa melingkup dari hal tampilan, maupun bentuk, rasa, kreasi dari penyajian dan kreasi dari pembuatan. Kamu juga sebaiknya lebih inovatif dengan berbagai jenis kuliner yang ditawarkan dalam bisnis kuliner kamu.

Salah satu contoh inovasi yang sukses dalam bisnis kuliner adalah fenomena kue cubit yang sempat booming di masyarakat. Kue cubit yang merupakan salah satu makanan tradisional yang sudah ada semenjak dahulu tiba-tiba menjadi booming karena inovasi yang ditambahkan berupa penambahan varian rasa dan topping. Inovasi sederhana seperti ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan membuat kue cubit sempat digandrungi banyak orang.

Tentukan target pasar

bisnis kuliner

© roaminghunger.com

Jika kamu sudah memenuhi kelima poin di atas, sekarang saatnya kamu untuk menentukan target pasar dari produk yang akan kamu jual. Target pasar dalam bisnis kuliner memang bisa sangat luas. Akan tetapi jika kamu dapat menentukan target secara spesifik tentu akan mempermudah kamu untuk fokus dalam menggaet konsumen awal yang akan menjadi bahan promosi kamu. Misalnya, jika kamu membuka bisnis kuliner dengan target pasar mahasiswa, sebaiknya kamu fokus terhadap faktor pendukung bisnis yang dapat menggaet mahasiswa. Jika kamu berhasil menggaet target pasar ini, dengan sendirinya brand bisnis kuliner kamu semakin dikenal luas.

Mari menentukan strategi promosi yang tepat!

bisnis kuliner

© deliciousliving.com

Salah satu strategi promosi paling sederhana, tepat sasaran, dan terbukti ampuh dari waktu ke waktu adalah promosi dari mulut ke mulut. Tentu, kamu harus bisa mendatangkan “mulut-mulut” tersebut terlebih dahulu ke meja makan yang telah kamu sediakan agar mereka dapat mengenal produk baru yang kamu tawarkan. Jika mereka merasa puas dengan produk kamu, tentu mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk datang kembali atau bahkan merekomendasikan produk kamu ke orang lain. Untuk menarik calon konsumen kamu dapat melakukan berbagai strategi promosi secara langsung di lapangan atau memanfaatkan platform daring seperti instagram dan line.

Baca Juga : Beragam Kuliner Tradisional Minang Kabau

Jaga reputasi bisnis kuliner yang telah kamu bangun

bisnis kuliner

© udemy.com

Jika kamu sudah berhasil menjalankan ketujuh poin di atas, poin ini adalah poin terakhir yang harus kamu jalankan. Ketika brand kamu sudah dikenal secara luas, salah satu tantangan paling berat adalah menjaga reputasi brand itu sendiri agar tetap baik di mata konsumen. Reputasi juga menjadi faktor penentu yang mempengaruhi bisnis kuliner kamu bertahan lama atau tidak, terlebih bisnis kuliner yang cenderung lebih rawan untuk diterpa issue sensitif. Kamu dapat menjaga reputasi bisnis dengan terus meningkatkan mutu produk dan layanan terhadap konsumen. Selain itu, kamu juga harus menetapkan sebuah kualifikasi yang sesuai dengan idealisme bisnis kamu dalam merekrut SDM yang akan kamu pekerjakan.

Baca Juga : Referensi Ramuan Jamu Alami Penambah Stamina Pria Dewasa

Jika menurut kamu kedelapan poin di atas realistis untuk dijalankan, tidak ada salahnya untuk mencoba terjun ke dunia bisnis kuliner, bukan?

Sumber : Glint.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.